:max_bytes(150000):strip_icc()/GettyImages-1360490039-fb706c09bc4349bd9b9cbf0d1be27de5.jpg)
Banyak pabrikan yang kesulitan mendapatkan pasar dan fokus kepada perusahaan swasta yang kadang pembayarannya tidak cash and carry. Sementara untuk petani pekebun dianggap kurang menarik karena pembeliannya dalam partai kecil dan pembayaran kadang tidak lancar.
Lalu bagaimana cara mendapatkan penjualan pupuk dengan jumlah yang besar dan low risk? Caranya dengan memanfaatkan dana dari lembaga pembiayaan seperti KUR atau Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).
Terkait LPDB-KUMKM sangat menarik karena pembiayaan bisa hingga Rp. 20 Milyar dan fokus pada modal kerja dengan lokus koperasi.
Lalu bagaimana strategi memasarkan pupuk dengan memanfaatkan pembiayaan ini?
Pertama, perusahaan pupuk dapat membantu koperasi untuk mengakses bantuan ini. Tentu saja dengan terlebih dahulu melakukan pendampingan untuk memperbaiki laporan keuangan, pencatatan asset dan memenuhi perangkat koperasi.
Kedua, jika penyaluran dana diacc maka berikutnya perusahaan tersebut dapat menggunakan dana tersebut untuk pembayaran pupuk. Namun berikutnya perusahaan mendampingi koperasi untuk mengembalikan dana dengan memotong pengembalian dari hasil panen.
Dengan cara ini maka perusahaan pupuk dapat meningkatkan pasarnya tanpa khawatir dengan kemacetan pembayaran. Di sisi lain petani bisa mendapatkan pupuk bermutu dengan harga yang relatif kompetitif karena mengggunakan harga pabrikan.
No comments:
Post a Comment