Kebun Sawit Saya Merugi karena Pupuk

Suatu ketika seorang pengusaha konveksi menceritakan mengapa ia terpaksa menjual kebun sawitnya seluas 50 ha. “ Wah, pak, kayaknya aneh ya masa-masa sekarang ada orang jual kebun sawit”, tanya saya.

“ Ya, harusnya begitu pak. Tapi saya salah manajemen. Saya dibohongi pengelola kebun saya. Saya setiap tahunnya mengeluarkan banyak uang untuk pemeliharaan. Terutama untuk pupuk. Berulang kali pengelola kebun saya minta dikirimi uang, katanya untuk pupuk. Tapi entah kenapa begitu dikurangi hasil yang saya terima ternyata tidak signifikan”, keluhnya.

“Karena menurut saya hasil dari kebun ini tidak terlalu menarik maka saya jual dan saya tanamkan untuk investasi lain”, ditambahkannya.

Tentu ini adalah masalah yang sering dihadapi investor sawit yang menyerahkan kebunnya untuk dikelola orang lain. Seringkali pengelola yang ingin mendapatkan “untung jangka pendek”, menggunakan alasan “pembelian pupuk” untuk mendapatkan uang.

Oleh sebab itu setiap investor sawit, dan tidak berada selalu dikebun harus paham tentang pemupukan kelapa sawit. Harus tahu trik-trik mengaudit pemupukan.

No comments:

Post a Comment